Seni Mendidik Anak


Seni Mendidik Anak
Adalah sebuah judul buku karya Syaikh Muhammad Said Mursi terbitan Pustaka Kautsar disajikan online dengan berbagai apresiasi di situs ini, tujuannya agak dibaca lebih luas oleh keluarga – keluarga Indonesia. Semoga Bermanfaat.

Mengapa Pendidikan?
Ini Bukanlah Pendidikan

“Anak – anak saya mendapatkan makanan yang paling baik, memakai busana termahal dan mendapatkan fasilitas yang termewah.”

Demikianlah jawaban yang diberikan oleh para orang tua, tatkala mereka dihadapkan pada pertanyaan, “Apakah Anda telah mendidik anak Anda?”

Oleh banyak orangtua, makanan, minuman, dan tempat tinggal dianggap sebagai inti pendidikan. Sebaliknya, hal – hal yang erat kaitannya dengan pendidikan itu sendiri malah tidak dianggap sebagai bagian dari pendidikan. Hal – hal yang dikesampingkan itu antara lain adalah upaya mengubah perilaku anak – anak, pengawasan terhadap ucapan dan perbuatan anak – anak, membenarkan yang keliru pada diri anak – anak, serta mendidik anak – anak tentang urusan agama dan dunia mereka.

Seorang ayah berkata, “ Saya bekerja siang malam untuk mencukupi kebutuhan makan anak – anak, serta untuk memberikan pendidikan terbaik bagi mereka.” Ayah ini tidak sempat melihat anak – anaknya pada saat mereka bangun, tetapi sebaliknya ia melihat anaknya pada saat mereka tidur lelap. Dia tidak sempat menanyai anak – anak, apakah mereka telah shalat atau belum? Apakah mereka jujur atau berdusta? Apa yang mereka baca? Apa yang mereka pelajari? Siapa yang menjadi teman mereka? Masih banyak pertanyaan – pertanyaan lain yang bersifat mendidik, namun tidak sempat ditanyakannya.

Ibu juga berkata, “Hari ini saya membelikan anak – anak makanan terbaik. Saya telah memasak untuk mereka makanan dan minuman yang paling enak.” Ibu menghabiskan semua waktunya di dapur. Tidak sekalipun ia menanyakan sesuatu tentang anak – anaknya sepulang dari sekolah atau bermain. Dengan tenang, dia biarkan begitu saja anak – anak diacuhkan di depan TV. Anak – anak diacuhkan tanpa bimbingan dalam menyaksikan tayangan – tayangan televisi, padahal selain menyajikan acara yang bermanfaatr, TV juga menyuguhkan program yang merusak, yang halal sekaligus yang haram. Sang ibu mengambil sikap ini, agar ia bebas dari segala urusan dan masalah mereka. Dia tak sadar, sikapnya bisa mencelakakan dan merusak mereka. Padahal semestinya ia memberikan perhatian lebih kepada anak – anak, karena waktu yang ia miliki lebih banyak dari pada yang dimiliki suaminya. Seringkali ia tidak mampu menjawab tatkala sang suami menanyakan keadaaan anak – anak. Jika pun dijawab, ia menjawab dengan berbohong, atau hanya dengan jawaban yang bersifat basa – basi, “ Alhamdullillah, mereka semua baik – baik saja.”

2 thoughts on “Seni Mendidik Anak

  1. assalamu`alaikum. gimana caranya beli buku seni mendidik anak. soalnya saya sangat butuh bukun tersebut.syukron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s