Kejujuran Bisnis Online


Peluang bisnis online beragam muncul di dunia maya.  Pengguna internet pemula sering menjadi bingung dengan banyaknya penawaran bisnis yang seringkali pula begitu muluk – muluk.

Misalnya ada yang mengatakan bahwa bisnisnya bisa menghasilkan jutaan rupiah dalam beberapa hari saja, dengan cara hanya online 2 jam per hari dan gratis.  Banyak lagi penawaran serupa bertebaran mencari para newbie dengan iming  – iming penghasilan angin surga. Sungguh membius dan membuat penasaran orang – orang yang sangat berharap meraup untung dari bisnis online.

Para calon pebisnis online pemula ini mungkin bersungguh – sungguh ingin menjalankan bisnis yang akan menjadi mata pencaharian.  Bisnis offline yang lebih banyak terbentur pada modal, pemasaran, managemen dan lain sebagainya, seolah bisa direduksi dengan bisnis online.   Bisnis online itu gampang sekali tanpa perlu pemasaran, modal, managemen karena semuanya telah diatur oleh kecanggihan teknologi internet.   Internet telah mengambil alih semua kerumitan, begitu para pebisnis pemula berpendapat.

Hal ini diperkuat dengan berbagai propaganda angin surga para pebisnis online senior yang lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri.  Pengetahuan tentang bisnis online dijual dengan promosi tidak dijujur, disampaikanlah kemudahan – kemudahan dan kesenagan – kesenangan berbisnis online.  Sementara hambatan dan kesulitannya ditutupi, karena khawatir bisnis yang ditawarkannya tidak laku.

Sejatinya bisnis online itu sama saja dengan bisnis offline memerlukan persiapan – persiapan yang akan menunjang keberhasilan bisnis.   Persiapan pola pikir atau mental, persiapan ilmu, persiapan modal adalah persiapan yang harus ada sebelum memulai bisnis online.  Apabila persiapan – persiapan itu diabaikan, niscaya kita akan dengan mudahnya hanyut dalam buaian angin surga para pebisnis online senior yang tidak bertanggungjawab alia tidak jujur.

Andaikan setiap pebisnis online senior bisa memegang teguh kejujuran dalam menjual produk bisnis online-nya kepada khalayak yang besungguh – sungguh ingin menekuni dan meraih kesuksesan dari bisnis online, tentunya bisnis online bisa menjadi alternatif yang menarik bagi kesejahteraan masyarakat kita.  Namun sebaliknya apabila niat para pebisnis online senior hanyalah ingin serakah mencari keuntungan dari kepenasaranan para newbie maka bisnis online akan menjadi killing field bisnis berikutnya yang hanya akan menghasilkan keterpurukan yang lebih dalam bagi masyarakat kita. Oh… kasihan.

Seni Mendidik Anak


Seni Mendidik Anak
Adalah sebuah judul buku karya Syaikh Muhammad Said Mursi terbitan Pustaka Kautsar disajikan online dengan berbagai apresiasi di situs ini, tujuannya agak dibaca lebih luas oleh keluarga – keluarga Indonesia. Semoga Bermanfaat.

Mengapa Pendidikan?
Ini Bukanlah Pendidikan

“Anak – anak saya mendapatkan makanan yang paling baik, memakai busana termahal dan mendapatkan fasilitas yang termewah.”

Demikianlah jawaban yang diberikan oleh para orang tua, tatkala mereka dihadapkan pada pertanyaan, “Apakah Anda telah mendidik anak Anda?”

Oleh banyak orangtua, makanan, minuman, dan tempat tinggal dianggap sebagai inti pendidikan. Sebaliknya, hal – hal yang erat kaitannya dengan pendidikan itu sendiri malah tidak dianggap sebagai bagian dari pendidikan. Hal – hal yang dikesampingkan itu antara lain adalah upaya mengubah perilaku anak – anak, pengawasan terhadap ucapan dan perbuatan anak – anak, membenarkan yang keliru pada diri anak – anak, serta mendidik anak – anak tentang urusan agama dan dunia mereka.

Seorang ayah berkata, “ Saya bekerja siang malam untuk mencukupi kebutuhan makan anak – anak, serta untuk memberikan pendidikan terbaik bagi mereka.” Ayah ini tidak sempat melihat anak – anaknya pada saat mereka bangun, tetapi sebaliknya ia melihat anaknya pada saat mereka tidur lelap. Dia tidak sempat menanyai anak – anak, apakah mereka telah shalat atau belum? Apakah mereka jujur atau berdusta? Apa yang mereka baca? Apa yang mereka pelajari? Siapa yang menjadi teman mereka? Masih banyak pertanyaan – pertanyaan lain yang bersifat mendidik, namun tidak sempat ditanyakannya.

Ibu juga berkata, “Hari ini saya membelikan anak – anak makanan terbaik. Saya telah memasak untuk mereka makanan dan minuman yang paling enak.” Ibu menghabiskan semua waktunya di dapur. Tidak sekalipun ia menanyakan sesuatu tentang anak – anaknya sepulang dari sekolah atau bermain. Dengan tenang, dia biarkan begitu saja anak – anak diacuhkan di depan TV. Anak – anak diacuhkan tanpa bimbingan dalam menyaksikan tayangan – tayangan televisi, padahal selain menyajikan acara yang bermanfaatr, TV juga menyuguhkan program yang merusak, yang halal sekaligus yang haram. Sang ibu mengambil sikap ini, agar ia bebas dari segala urusan dan masalah mereka. Dia tak sadar, sikapnya bisa mencelakakan dan merusak mereka. Padahal semestinya ia memberikan perhatian lebih kepada anak – anak, karena waktu yang ia miliki lebih banyak dari pada yang dimiliki suaminya. Seringkali ia tidak mampu menjawab tatkala sang suami menanyakan keadaaan anak – anak. Jika pun dijawab, ia menjawab dengan berbohong, atau hanya dengan jawaban yang bersifat basa – basi, “ Alhamdullillah, mereka semua baik – baik saja.”

Ramalan Bola Akurat



World cup waka waka e ee.. sudah mendekati babak akhir, pesta akbar sepakbola sejagad ini akan mengakhiri helatannya di partai final yang mempertemukan antara dua jawara eropa yakni Belanda versus Spanyol. Bukan kehebatan para punggawa tim kelas dunia ini yang akan dibahas dalam tulisan ini, karena kehebatan mumpuni tim elit sepakbola dunia ini sudah cukup banyak diketahui oleh penduduk bumi dimanapun berada alias telah kesohor habizz.

Ramal-meramal adalah salah satu unsur penggembira yang melekat erat disetiap turnamen besar bola kaki apalagi pada partai – partai utama di pildun (piala dunia) seperti sekarang ini. Kepenasaran semua orang dan animo tinggi manusia pada persaingan yang ujungnya menentukan siapa yang jadi pemenang dan siapa menjadi pecundang telah menyedot aneka reka daya manusia dalam meramal – ramal pemenang dari pertandingan ke pertandingan, bahkan hingga negara mana yang akan menjadi jawara sepakbola dunia 4 tahunan ini.

Kekhawatiran publik Jerman terhadap ramalam Paul, seekor gurita yang cukup piawai meramal, menjadi kenyataan. Sebelum laga Spanyol kontra Jerman, Paul, yang menjadi penghuni sebuah akuarium di Kota Oberhausen, meramalkan nasib Jerman.

Ramalannya, Jerman gagal menjadi finalis Piala Dunia 2010 karena ditekuk Spanyol. Hasilnya, dalam laga itu, Der Panzer harus mengakui keunggulan Matador 0-1 setelah gawangnya yang dijaga Manuel Neuer dijebol oleh tandukan defender Spanyol, Carles Puyol, pada menit ke-73, dalam laga di Durban Stadium, Kamis (8/7) dinihari WIB.

Saat meramal, di depan gurita itu terdapat dua kerang yang masing-masing berbendera Spanyol dan Jerman. Saat itu, Paul mengambil bendera Spanyol. Itu berarti David Villa cs yang berhak tampil pada laga pamungkas Piala Dunia 2010.

Menurut penjaganya, Paul memiliki rekor ketepatan ramalan hasil pertandingan tim Jerman.
Dikatakan, hampir 70 persen ramalan Paul mengenai laga Jerman selama Piala Eropa 2008 tepat. Sedangkan dalam Piala Dunia 2010, hewan laut itu pun secara tepat dan jitu meramal semua hasil pertandingan.

Salah satunya, saat Jerman bertemu Serbia dalam babak penyisihan grup, Paul meramalkan, pemenangnya adalah Serbia. Hasilnya, Serbia memang berhasil menekuk juara dunia tiga kali tersebut.

Begitu pula ketika pertemuan antara Inggris dan Jerman. Paul meramal Jerman sebagai pemenang. Hasilnya, Jerman sanggup membuat Inggris hancur lebur berkat kemenangan telak 4-1.

Namun, ramalan Paul pun pernah meleset. Itu terjadi dalam Piala Eropa 2008. Saat itu, Paul memperkirakan Jerman yang menang. Namun, pada kenyataannya, justeru Spanyol yang berjaya.

Ramalan adalah prediksi nasib di masa depan. Banyak cara untuk meramal, misalnya dengan zodiak, shio, garis tangan, kartu tarot, bola kristal dll. Ramalan itu sendiri disampaikan dengan cara yang begitu halus seprti melalui majalah, tabloid, TV, dan internet. Sekarang ini ramalan bayak dicari – cari oleh orang terutama kaum wanita

Sebenarnya apa saja sich efek – efek dari mitos dan ramalan ?

1. Membuat orang tersugesti. Sugesti adalah pengaruh yang dapat menggerakkan hati. Sugesti ini bisa membuat orang menjadi reaktif karena terlalu percaya kepada ramalan dan akan mempengaruhi tingkah laku, sikap, dan keyakinan
2. Membuat stress. Stress ini dapat timbul karena memikirkan sesuatu yang belum terjadicontohnya, jika seseorang diramal akan bernasib sial maka ia akan stress dan ketakutan sehingga tidak berani melakukan apapun.
3. Bergantung dan berharap kepada ramalan. Ini adalah efek yang paling berbahaya karena membuat orang melupakan tempat bergantung yang seharusnya, yaitu Allah. Seharusnya disadari bahwa hanya kepada Allah tempat untuk meminta. Konsekuensi hal ini sangat berat karena berarti menduakan keyakinan kepada Allah.

Bagaimana dengan ramalan yang terkadang benar?

Jika seseorang sangat mempercayai suatu ramalan, tidak mustahil Allah akan membuat ramalan itu menjadi benar.

Jika mempercayai suatu ramalan apakah akan langsung dikatakan syirik, bukankah itu hanya dosa kecil?

Syirik terbagi 2 yaitu:

1. Syirik besar. Secara terang-terangan menyekutukan Allah
2. Syirik kecil. Syirik semacam ini biasanya dilakukan oleh umat Islam sendiri contoh : bersumpah kepada selain Allah, menggantungkan jimat, mantra, sihir, ramalan, riya.

Mempercayai ramalan itu termasuk syirik kecil, namun perlu diingat syirik kecil tetaplah perbuatan yang mempersekutukan Allah, jadi mulai sekarang tinggalkanlah hal-hal yang demikian.

MIND SET PEBISNIS ONLINE YANG SUKSES


Membangun bisnis online sama saja dengan membangun bisnis offline. Penataan pikiran dalam menjalankan bisnis itulah yang utama dan pertama harus dibenahi. Apabila mind set bisnis kita baik, maka bisnis kita juga akan baik adanya.

Alasan ingin membuat bisnis online yang sukses
Sengaja atau tidak setiap orang sukses mempunyai cita – cita yang kuat sebagai alasan dia memulai membangun bisnisnya, ingin mencapai sesuatu lebih penting dari pada mengetahui bagaimana cara mencapainya.

Fokus pada satu Model Bisnis
Beragam model bisnis online sekarang ini menarik para pemula untuk mencoba -coba eh siapa tahu berhasil. Mestinya selalu ingat hidap adalah pilihan, setelah melihat dan memahami berbagai bisnis online yang ada, kita harus menentukan satu model bisnis yang ingin ditekuni.

Konsisten Maju Terus
Konsisten berarti mengalokasikan waktu dan perhatian khusus setiap hari untuk membangun bisnis online. Dua atau tiga jam yang khusus diperuntukan membangun bisnis olnline kita akan menampakkan hasil yang optimal bila dilakukan konsisten setiap hari. Pebisnis online yang sukses pasti lebih banyak mengalami kegagalan dari pada keberhasilan, maka jika kita gagal dalam satu bisnis online, valuasilah penyebabnya dan coba lagi. Jika gagal, evaluasi dan coba lagi. Maju terus berani gagal berani mencoba, selama kita mencoba belajar dari kegagalan kesuksesan akan segera datang menjelang.

Belajar Tim dan Masa Depan Pengajaran


Oleh Carroll Tom & Hanna Doerr
Belajar tidak lagi persiapan untuk pekerjaan, itu adalah tugas. Dalam sebuah dunia di mana informasi mengembang secara eksponensial, mahasiswa saat ini merupakan peserta aktif dalam jaringan terus berkembang dari lingkungan belajar. Mereka harus belajar untuk menjadi navigator pengetahuan, mencari dan menemukan informasi dari berbagai sumber, mengevaluasi, membuat rasa itu, dan memahami bagaimana untuk berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka untuk mengubah informasi menjadi pengetahuan, dan pengetahuan ke dalam tindakan.
Apa artinya ini bagi guru? Ini berarti bahwa mereka harus terus-menerus belajar dengan dan dari rekan dicapai dan ahli di lapangan, pemodelan untuk siswa mereka yang belajar kolaboratif dan konstruksi pengetahuan yang merupakan inti dari kompetensi abad ke-21.
Namun, menurut Survei MetLife terbaru dari Guru Amerika (2009), guru saat ini bekerja sendiri-mereka menghabiskan rata-rata 93 persen waktu mereka di sekolah yang bekerja secara terpisah dari rekan-rekan mereka, dan mereka terus bekerja sendiri selama mereka keluar- jam-sekolah persiapan dan grading. pekerjaan mereka sehari-hari adalah terputus dari upaya rekan-rekan mereka, dan penarikan mereka pengembangan profesional adalah terfragmentasi dan kurang sesuai dengan kebutuhan siswa mereka ‘belajar.
fragmentasi ini mencegah adanya reformasi pendidikan substansial dari memperoleh traksi, karena guru tidak diberikan dukungan yang mereka butuhkan untuk bersama membangun sebuah badan koheren pengetahuan dan praktek untuk meningkatkan prestasi siswa. guru baru hari ini berkeinginan untuk bekerja dengan rekan-rekan dicapai mereka, tetapi mereka menemukan diri mereka bekerja sendirian di ruang kelas mandiri di mana mereka terikat pada praktek pengajaran di masa lalu. Dihadapkan dengan pilihan antara bekerja di abad terakhir atau abad ke-21, mereka “suara dengan kaki mereka”: Orang-orang muda kita mengandalkan mengajar untuk masa yang akan datang meninggalkan sekolah usang kita pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Sudah saatnya untuk mengubah gambar ini. Hari guru ingin tim sampai dengan mengajar untuk masa depan. Dalam survei setelah survey, guru yang paling puas dengan karir mereka dan kontribusi mereka untuk kehidupan siswa membuat mereka lebih mungkin untuk bekerja di sekolah-sekolah dengan tingkat lebih tinggi dari kolaborasi profesional.
Untuk memperluas temuan ini survei, Komisi Nasional Pengajaran dan Amerika di masa mendatang, dengan dukungan dari Yayasan Pearson, telah melakukan suatu tinjauan ekstensif laporan penelitian dan studi praktisi kasus untuk mendokumentasikan belajar-tim prinsip-prinsip tertentu dan praktek-praktek yang meningkatkan pengajaran efektivitas dan prestasi siswa. Berdasarkan temuan kami, kami telah menyimpulkan bahwa negara memiliki kebutuhan yang mendesak, dan kesempatan belum pernah terjadi sebelumnya untuk meningkatkan kinerja sekolah dengan menggunakan tim belajar secara sistematis melantik guru baru ke dalam tim budaya kolaboratif belajar-yang menanamkan pengembangan profesional berkelanjutan ke dalam sehari- kain-hari kerja di sekolah yang senantiasa berkembang untuk memenuhi kebutuhan peserta didik abad ke-21. Ini panggilan untuk perubahan budaya di sekolah-sekolah, pergeseran yang mendapatkan momentum di seluruh negeri.
review NCTAF’s diidentifikasi enam prinsip belajar-tim dan praktek yang paling efektif dalam meningkatkan pengajaran dan prestasi siswa, dijelaskan dalam laporan “Tim Up untuk Pengajaran abad ke-21 dan Belajar” Meskipun ada. ada rumus ajaib, kami menemukan bahwa sangat efektif belajar tim memiliki yang berikut:
Nilai dan Tujuan Bersama. Anggota tim memiliki visi bersama tentang kebutuhan belajar siswa dan pemahaman yang jelas tentang bagaimana kemampuan kolektif mereka mengajar dapat diatur untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Mereka jelas mengidentifikasi tantangan belajar di mana tim dapat bergabung untuk meningkatkan prestasi siswa.
Tanggung Jawab Kolektif. Anggota tim memiliki tanggung jawab secara tepat dibedakan berdasarkan pengalaman dan tingkat pengetahuan. Mereka saling menahan diri bertanggung jawab atas keberhasilan masing-masing, dan mereka secara kolektif bertanggung jawab untuk meningkatkan prestasi setiap siswa dilayani oleh tim.
Penilaian otentik. Anggota tim menahan diri pribadi dan profesional bertanggung jawab dengan menggunakan penilaian yang memberikan real-time umpan balik pada siswa belajar dan mengajar efektivitas. Penilaian ini sangat berharga bagi mereka-bukan karena mereka terkait dengan konsekuensi berisiko tinggi, tetapi karena mereka adalah alat penting untuk meningkatkan efektivitas mengajar tim, yang diukur dengan keuntungan belajar siswa.
Self-Directed Refleksi. Sangat tim pembelajaran yang efektif membentuk loop umpan balik reflektif dari penetapan tujuan, perencanaan, standar, dan penilaian yang didorong oleh kebutuhan belajar siswa dan pengembangan profesional sesuai kebutuhan guru.
Stabil Pengaturan. Sangat tim pembelajaran yang efektif tidak berfungsi di sekolah-sekolah disfungsional, tetapi mereka dapat mengubah sekolah yang berperforma rendah menjadi organisasi belajar sukses jika mereka diberikan waktu khusus, ruang, sumber daya, dan kepemimpinan atas kerja kolaborasi mereka. Bahkan guru-guru terbaik di dunia tidak bisa berbalik sekolah berperforma rendah dengan bekerja sendirian.
Dukungan Kepemimpinan yang kuat. tim belajar yang sangat efektif yang didukung oleh para pemimpin sekolah yang membangun iklim keterbukaan dan kepercayaan yang memberdayakan anggota tim untuk membuat keputusan tentang bagaimana untuk meningkatkan efektivitas mengajar yang secara langsung terkait dengan kebutuhan mahasiswa. Dukungan ini harus diimbangi dengan tepat, tekanan positif untuk terus meningkatkan kinerja sekolah dengan peningkatan efektivitas mengajar yang secara eksplisit dikaitkan dengan kebutuhan belajar siswa yang spesifik.
Transformasi pendidikan Amerika adalah slogan mendengar seluruh negeri hari ini. Obama administrasi telah terfokus visi bangsa untuk pendidikan pada tahun 2020 pada dua tujuan dasar: memastikan bahwa setiap mahasiswa perguruan tinggi-dan karier-siap, dan menutup kesenjangan prestasi bagi siswa berpenghasilan rendah dan anak-anak warna.
NCTAF adalah menjawab panggilan ini dengan menciptakan “belajar studio” untuk mengajar mata pelajaran STEM ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika yang didasarkan pada efektivitas didokumentasikan dari enam prinsip. Serupa dengan studio arsitektur-desain, STEM ini memungkinkan tim Studios Belajar belajar terdiri dari guru digital-umur, pemuda tech-savvy, pendidik veteran, dan keterampilan berbasis relawan untuk mengembangkan tanggapan yang inovatif terhadap tantangan belajar yang kompleks. Belajar studio meningkatkan prestasi siswa, meningkatkan efektivitas mengajar, dan memperkuat dampak dari sumber daya masyarakat.
NCTAF mengembangkan studio pertama belajar seperti di dua kabupaten sekolah Maryland, dengan bantuan dana dari dan National Aeronautics Space Administration, dalam kemitraan dengan Pusat Penerbangan Ruang Angkasa Goddard. Kami kemudian meluncurkan STEM Belajar ekspansi Studio dengan Albuquerque, NM, sekolah umum dan Lockheed Martin / Sandia National Laboratories. Belajar studio, kita telah menemukan, terus veteran guru terlibat dan meningkatkan efektivitas guru pemula “dengan bekerja sama dengan industri dan profesional pemerintah. Studio menyebarkan relawan dalam proyek-proyek pembelajaran berbasis penyelidikan dengan guru dan siswa dengan cara yang panggilan pada keterampilan profesional dan pengalaman mereka. Mereka bekerja dengan siswa pada tantangan belajar otentik, dan bekerja dengan guru untuk membantu mereka model bagi siswanya penyelidikan kolaboratif, konstruksi pengetahuan, dan inovasi yang ada di jantung kompetensi abad ke-21.
Jenis pengajaran dan pembelajaran merupakan tujuan yang ambisius. Sehingga terjadi akan memerlukan perubahan yang melampaui bermain-main dengan sekolah hari ini. Jika semua kita lakukan adalah untuk memberikan mahasiswa hari ini sekolah pabrik-era yang lebih baik, dengan guru yang berdiri sendiri yang terus memberikan instruksi monolitik di kelas mandiri, masa depan sudah berakhir. Sudah saatnya untuk bergabung mengajar untuk abad ke-21

Karakteristik Kepemimpinan yang Memfasilitasi Perubahan Sekolah


Para peneliti telah meneliti keterampilan kepemimpinan dari berbagai perspektif. Awal analisis kepemimpinan, dari tahun 1900 ke tahun 1950-an, dibedakan antara pemimpin dan karakteristik pengikut. Menemukan bahwa tidak ada sifat tunggal atau kombinasi dari ciri-ciri sepenuhnya menjelaskan kemampuan para pemimpin ‘, peneliti kemudian mulai meneliti pengaruh situasi pada keterampilan pemimpin’ dan perilaku. Setelah kepemimpinan studi berusaha untuk membedakan efektif dari para pemimpin non-efektif. Studi-studi ini berusaha untuk menentukan perilaku kepemimpinan yang dicontohkan oleh para pemimpin yang efektif. Untuk memahami apa yang berkontribusi untuk membuat pemimpin yang efektif, para peneliti menggunakan model kontingensi dalam memeriksa hubungan antara sifat-sifat pribadi, variabel situasional, dan efektivitas pemimpin. Kepemimpinan studi tahun 1970-an dan 1980-an sekali lagi difokuskan pada karakteristik individu pemimpin yang mempengaruhi keefektifan mereka dan keberhasilan organisasi mereka. Penyelidikan mengarah pada kesimpulan bahwa para pemimpin dan kepemimpinan sangat penting tapi kompleks komponen organisasi.

Sifat Model Kepemimpinan: Pemimpin versus Pengikut

penyelidikan awal kepemimpinan pemimpin dianggap sebagai individu dikaruniai dengan ciri kepribadian tertentu yang meliputi kemampuan mereka untuk memimpin. Penelitian diselidiki sifat-sifat individu seperti kecerdasan, urutan kelahiran, status sosial ekonomi, dan praktek pengasuhan anak (Bass, 1960; Burung, 1940; Stogdill, 1948, 1974). Stogdill (1974) mengidentifikasi enam kategori faktor pribadi yang terkait dengan kepemimpinan: kapasitas, prestasi, tanggung jawab, partisipasi, status, dan situasi tetapi menyimpulkan bahwa karakterisasi sempit seperti sifat kepemimpinan tidak cukup: “Seseorang tidak menjadi pemimpin berdasarkan kepemilikan dari beberapa kombinasi sifat-sifat “(Stogdill, 1948, hal 64). Upaya untuk mengisolasi sifat-sifat individu tertentu mengakibatkan kesimpulan bahwa tidak ada karakteristik tunggal dapat membedakan pemimpin dari non-pemimpin.
Situasional Kepemimpinan: Dampak Setting pada Pemimpin

Sifat ini “” investigasi diikuti oleh pemeriksaan dari situasi “” sebagai penentu kemampuan kepemimpinan, yang mengarah ke konsep kepemimpinan situasional. Studi berusaha untuk mengidentifikasi “ciri khas tersendiri dari pengaturan yang sukses pemimpin yang dapat dikaitkan” (Hoy & Miskel, 1987, hal 273). Hencley (1973) teori kepemimpinan ditinjau dan mencatat bahwa “pendekatan situasi mempertahankan bahwa kepemimpinan ditentukan bukan karena karakter dari individu-individu lain dengan persyaratan situasi sosial” (hal. 38). Menurut fokus penelitian ini, orang bisa menjadi pengikut atau seorang pemimpin tergantung keadaan. Usaha dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik situasi khusus yang pemimpin mempengaruhi kinerja. Hoy dan Miskel (1987) tercatat empat bidang kepemimpinan situasional: “sifat struktural organisasi, iklim organisasi, karakteristik peran, dan karakteristik bawahan” (hal. 273). kepemimpinan Situasional mengungkapkan kompleksitas kepemimpinan tapi masih terbukti tidak cukup karena teori yang tidak bisa memprediksi keterampilan kepemimpinan akan lebih efektif dalam situasi tertentu.
Pemimpin Efektif: Dua Dimensi

upaya lain untuk menguji kepemimpinan telah menghasilkan informasi tentang jenis perilaku pemimpin dipamerkan dalam rangka untuk menentukan apa yang membuat pemimpin yang efektif efektif. Perilaku ini telah dikategorikan bersama dua dimensi umum: memprakarsai struktur (kepedulian untuk tugas-tugas organisasi) dan pertimbangan (kepedulian terhadap individu dan hubungan interpersonal). Memprakarsai struktur mencakup kegiatan-kegiatan seperti perencanaan, pengorganisasian, dan mendefinisikan tugas dan pekerjaan orang: bagaimana mendapat pekerjaan dilakukan dalam sebuah organisasi. Alamat Pertimbangan sosial, kebutuhan emosional individu – pengakuan mereka, kepuasan kerja dan harga diri yang mempengaruhi kinerja mereka. peneliti lain dikonseptualisasikan dua dimensi sebagai efektifitas dan efisiensi (Barnard, 1938), pencapaian tujuan dan pemeliharaan kelompok (Cartwright & Zander, 1960), instrumental dan ekspresif kebutuhan (Etzioni, 1961), dan-sistem atau perilaku orang-berorientasi (Stogdill, 1963). Spekulasi tentang yang dimensi, struktur memulai atau pertimbangan, yang lebih penting untuk berbagai situasi menyebabkan penilaian keterampilan pemimpin ‘di dua dimensi. Di antara instrumen penilaian dikembangkan untuk mengukur keterampilan kepemimpinan, pemimpin Perilaku Deskripsi Questionnaire (LBDQ) adalah yang paling sering digunakan. Halpin (1966) menyatakan bahwa salah satu temuan utama yang dihasilkan dari data LBDQ adalah bahwa “perilaku kepemimpinan yang efektif cenderung paling sering dikaitkan dengan kinerja tinggi pada kedua dimensi” (hal. 97). Singkatnya, pendekatan situasi kepemimpinan mendukung anggapan bahwa pemimpin yang efektif mampu menjawab baik tugas dan aspek manusia organisasi mereka.

Contingency Model: Situasi Lebih dari

Penelitian lain upaya untuk mengidentifikasi karakteristik kepemimpinan yang difokuskan pada kesesuaian antara karakteristik kepribadian, perilaku para pemimpin “, dan variabel situasional. Kepemimpinan “situasional” pendekatan berisi asumsi mendasar bahwa situasi yang berbeda membutuhkan tipe kepemimpinan yang berbeda, sedangkan upaya pendekatan kontingensi untuk “menentukan kondisi atau variabel situasional yang memoderasi hubungan antara sifat-sifat pemimpin atau perilaku dan kriteria kinerja” (Hoy & Miskel, 1987, hal 274). Fiedler (1967), membedakan antara gaya kepemimpinan dan perilaku, menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan menunjukkan sistem motivasi pemimpin ‘dan bahwa perilaku kepemimpinan adalah tindakan spesifik pemimpin’. Dia percaya bahwa efektivitas kelompok adalah hasil dari gaya para pemimpin dankenyamanan situasi itu. House (1971) Teori Path-Goal termasuk interaksi antara perilaku kepemimpinan dengan karakteristik situasi dalam menentukan efektivitas para pemimpin ‘. House diidentifikasi perilaku kepemimpinan keempat: direktif, prestasi-berorientasi, mendukung, dan partisipatif, dan dua variabel situasional (karakteristik pribadi bawahan ‘dan tuntutan lingkungan seperti aturan organisasi dan prosedur) yang paling kuat memberikan kontribusi untuk efektivitas pemimpin’. Model kontingensi furthered pemahaman kepemimpinan tetapi tidak benar-benar menjelaskan apa kombinasi dari karakteristik kepribadian, perilaku para pemimpin “, dan variabel situasional yang paling efektif.

Nonleader Kepemimpinan: Banyak Pemimpin

Serupa dengan penjelasan kontingensi dari kepemimpinan adalah gagasan tentang kepemimpinan organisasi. Barnes dan Kriger (1986) menyatakan bahwa teori sebelumnya kepemimpinan tidak cukup karena mereka “lebih banyak dengan pemimpin tunggal dan konsep multi-pengikut dibandingkan dengan kepemimpinan organisasi dalam arti pluralistik kesepakatan” (hal. 15). Mereka berpendapat bahwa kepemimpinan tidak ditemukan dalam sifat satu individu atau keterampilan tetapi merupakan karakteristik dari seluruh organisasi, di mana “peran pemimpin tumpang tindih, saling melengkapi, dan bergeser dari waktu ke waktu dan dari orang ke orang…. [Menyiratkan a] konsep yang lebih inklusif kepemimpinan “(hal. 16). Konsep kepemimpinan organisasi tidak diteliti sedekat penyelidikan sifat kepemimpinan dan perilaku individu.

Perpanjangan kepemimpinan organisasi adalah konsep kepemimpinan bersama. Slater dan Doig (1988) membantah asumsi bahwa kepemimpinan adalah milik satu individu dan negara yang seperti anggapan yang mengabaikan kemungkinan “bahwa kepemimpinan juga dapat dilakukan oleh tim dari individu-individu” (hal. 296). Murphy (1988) menyatakan bahwa kerangka pahlawan-pemimpin “mengabaikan kepemimpinan terlihat dari anggota staf tingkat bawah di seluruh organisasi yang efektif” (hal. 655).

Penelitian Kepemimpinan Masa Kini

Literatur kepemimpinan tahun 1970-an dan 1980-an, dengan fokus pada para pemimpin yang efektif, mengunjungi kembali sifat-sifat pribadi sebagai faktor penentu kemampuan kepemimpinan. Ini terutama berkontribusi untuk memahami dampak dari karakteristik personal dan perilaku individual para pemimpin yang efektif dan peranan mereka dalam membuat organisasi sukses. Penelitian dibedakan antara para pemimpin dan manajer dan memperkenalkan karakteristik kepemimpinan baru – visi – dan dieksplorasi pentingnya. Seiring dengan memiliki visi, pemimpin dikatakan efektif untuk memfasilitasi pengembangan visi bersama dan nilai sumber daya manusia organisasi mereka. Selain wawasan tentang kepemimpinan, sebuah teori baru muncul – kepemimpinan transformasional.

Pemimpin versus Manajer.
“Manajer adalah orang yang melakukan sesuatu dengan benar dan pemimpin adalah orang-orang yang melakukan hal yang benar” (Bennis & Nanus, 1985, hal 21). Burns (1978) menggambarkan manajer sebagai pelaku transaksi dan pemimpin sebagai transformer. Manajer memusatkan perhatian pada pengadaan, koordinasi, dan distribusi sumber daya manusia dan material yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi (Ubben & Hughes, 1987). Keterampilan manajer memfasilitasi pekerjaan sebuah organisasi karena mereka memastikan bahwa apa yang dilakukan adalah sesuai dengan peraturan organisasi dan peraturan. Keterampilan pemimpin memastikan bahwa pekerjaan organisasi adalah apa yang perlu. Pemimpin mempermudah identifikasi tujuan organisasi. Mereka memulai pengembangan visi organisasi mereka apa tentang. “Manajemen kontrol, mengatur, apakah benar hal; kepemimpinan merilis energi, menetapkan visi sehingga kami melakukan hal yang benar” (Bennis & Nanus, 1985, hal 21).

Tema sentral dari penelitian ini adalah bahwa mereka yang menemukan diri mereka mengawasi orang dalam organisasi harus kedua manajer yang baik dan pemimpin yang baik. Sebagai Duttweiler dan Keras (1987) mengatakan, “penelitian menunjukkan bahwa di samping menjadi administrator dicapai yang mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan yang sehat, prosedur, dan praktek, administrator efektif juga pemimpin yang membentuk budaya sekolah dengan menciptakan dan mengartikulasikan sebuah visi, pemenang dukungan untuk itu, dan menginspirasi orang lain untuk mencapai itu “(hal. 65).

Visi.
“Semua pemimpin memiliki kemampuan untuk menciptakan visi yang menarik, yang membawa orang ke tempat baru, dan kemampuan untuk menerjemahkan visi menjadi kenyataan” (Bennis, 1990, hal 46). literatur kepemimpinan saat ini sering ciri pemimpin sebagai pemegang visi, penjaga mimpi, atau orang yang memiliki visi tujuan organisasi. Dalam buku Kepemimpinan Apakah Seni (1989), De Pree menegaskan bahwa “tanggung jawab pertama seorang pemimpin adalah mendefinisikan realitas” (hal. 9). Bennis (1990) menulis bahwa para pemimpin “mengelola mimpi itu” (hal. 46). Visi didefinisikan sebagai “kekuatan  cetakan makna bagi orang-orang dari sebuah organisasi” oleh Manasse (1986, hal 150).

Menurut Manasse, ini aspek kepemimpinan adalah “kepemimpinan visioner” dan mencakup empat jenis visi: organisasi, masa depan, pribadi, dan strategis. Organisasi melibatkan visi memiliki gambaran lengkap dari komponen sistem dan juga pemahaman antar hubungan mereka. “Visi Masa Depan adalah gambaran yang komprehensif tentang bagaimana organisasi akan melihat beberapa titik di masa depan, termasuk bagaimana akan diposisikan dalam lingkungannya dan bagaimana akan berfungsi internal” (Manasse, 1986, hal 157). visi Pribadi termasuk aspirasi pribadi pemimpin bagi organisasi dan bertindak sebagai dorongan untuk tindakan pemimpin yang akan menghubungkan visi organisasi dan masa depan. “Visi Strategis melibatkan menghubungkan realitas visi (sekarang organisasi) untuk kemungkinan visi (masa depan) dengan cara yang unik (visi pribadi) yang sesuai bagi organisasi dan pemimpinnya” (Manasse, 1986, hal 162 ). Seorang pemimpin visi harus bersama oleh mereka yang akan terlibat dalam mewujudkan visi tersebut.

Visi bersama.
Sebuah aspek penting dari visi adalah gagasan “visi bersama.” “Beberapa studi menunjukkan bahwa itu adalah adanya visi pribadi di bagian seorang pemimpin, bersama dengan anggota organisasi, yang mungkin membedakan pemimpin sejati dari manajer belaka” (Manasse, 1986, hal 151, cetak miring ditambahkan). Seorang pemimpin visi harus bersama oleh mereka yang akan terlibat dalam mewujudkan visi tersebut. Murphy (1988) diterapkan berbagi visi untuk studi sebelumnya dari para pembuat kebijakan dan pelaksanaan kebijakan, ia menemukan bahwa mereka studi mengidentifikasi kesenjangan antara pembangunan kebijakan dan pelaksanaannya dan menyimpulkan bahwa kesenjangan ini juga berlaku untuk diskusi saat ini visi. Dia menekankan perlunya pengembangan visi bersama. “Sangat jarang melihat visi yang jelas diartikulasikan oleh seorang pemimpin di bagian atas hirarki dan kemudian diinstal oleh para pengikut” (Murphy, 1988, hal 656). Apakah visi dari suatu organisasi adalah dikembangkan bersama-sama atau dimulai oleh pemimpin dan disetujui oleh para pengikut, menjadi landasan bersama, visi bersama yang memaksa semua yang terlibat. “Visi ini menjadi hidup hanya apabila hal itu dibagikan” (Westley & Mintzberg, 1989, hal 21).

Menghargai Sumber Daya Manusia.
Pemimpin melampaui pengembangan visi bersama, mereka nilai sumber daya manusia organisasi mereka. Mereka menyediakan lingkungan yang mendorong kontribusi individu untuk bekerja organisasi. Pemimpin mengembangkan dan memelihara hubungan kolaboratif yang terbentuk selama pengembangan dan penerapan visi bersama. Mereka membentuk tim, mendukung upaya tim, mengembangkan keterampilan kelompok dan individu perlu, dan menyediakan sumber daya yang diperlukan, baik manusia dan material, untuk memenuhi visi bersama.

Transformational Leadership.
Burns (1978) memperkenalkan konsep kepemimpinan transformasional, dan menggambarkannya sebagai tidak seperangkat perilaku tertentu melainkan proses di mana “para pemimpin dan pengikut saling menaikkan ke tingkat yang lebih tinggi moralitas dan motivasi” (hal. 20). Dia menyatakan bahwa pemimpin transformasional adalah individu yang menarik bagi cita-cita yang lebih tinggi dan nilai-nilai moral seperti keadilan dan kesetaraan dan dapat ditemukan di berbagai tingkat organisasi. Burns (1978) kontras pemimpin transformasional dari pemimpin transaksional yang digambarkan sebagai pemimpin yang termotivasi oleh menarik untuk kepentingan diri sendiri pengikut ‘. Bekerja dengan Burns ‘(1978) definisi kepemimpinan transformasional, Bass (1985) menegaskan bahwa para pemimpin memotivasi pengikutnya dengan menarik emosi kuat tanpa efek utama pada pengikut dan tidak perlu menghadiri untuk nilai-nilai moral yang positif. Pendeta Jim Jones dari Jonestown bunuh diri yang besar dapat menjadi contoh definisi Bass kepemimpinan transformasional. peneliti lain telah dijelaskan kepemimpinan transformasional akan melampaui kebutuhan individu, dengan fokus pada tujuan yang sama, imbalan intrinsik dan menangani kebutuhan psikologis yang lebih tinggi seperti aktualisasi diri, dan mengembangkan komitmen dengan dan dalam pengikut (AASA, 1986; Bass, 1985; Bennis & Nanus , 1985; Coleman & La Roque, 1990; Paradise Kirby,, & King, 1992; Leithwood, 1992; Leithwood & Jantzi, 1990; Leithwood & Steinbach, 1991; Sergiovanni, 1989, 1990).

Singkatnya, literatur mengungkapkan bahwa kepemimpinan yang efektif dalam suatu organisasi adalah penting. Awal penelitian tentan pemimpin melaporkan perbedaan antara pemimpin dan pengikut.  Studi kepemimpinan selanjutnya membedakan pemimpin efektif dan pemimpin non-efektif. Perbandingan pemimpin yang efektif dan non-efektif menyebabkan identifikasi dua dimensi, memulai struktur dan pertimbangan, dan mengungkapkan bahwa pemimpin efektif adalah berkinerja tinggi. Kepemimpinan diakui sebagai keadaan yang kompleks, dan sebagai studi baru-baru ini menyatakan, visi dan kolaborasi merupakan karakteristik penting dari kepemimpinan yang efektif. Ada apa dengan pemimpin tertentu yang memungkinkan mereka untuk memimpin organisasi mereka untuk berubah? Ada kemajuan yang jelas dalam literatur penelitian dari statis menjadi dinamis.